BREAKING NEWS

2.000 Ibu di Serang Dilatih Bikin Minuman Probiotik, Program Non-APBD Didorong Jadi Penggerak Ekonomi


SERANG,-METROBANTEN.Com- Pemerintah Kota Serang menggandeng Yayasan Genzi-O melatih 2.000 ibu membuat minuman probiotik Biomon untuk mendorong kesehatan sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pelatihan digelar di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Rabu 29 April 2026. Program ini disebut sebagai inisiatif non-APBD yang difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menekankan pentingnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi utama tubuh. Ia menyebut usus kerap dianggap sebagai “otak kedua” manusia.

"Kalau usus kita bersih dan bagus, insya Allah tubuh kita sehat. Percuma kalau cantik tapi ususnya tidak sehat," ujar Budi.

Peserta dibekali pengetahuan mulai dari proses fermentasi, standar higienitas, hingga pemahaman perizinan seperti PIRT dan BPOM. Pemerintah juga mendorong peserta untuk serius belajar, menjaga kualitas, dan membuka kolaborasi.


Kepala Dinas Sosial Kusna Ramdani menyebut pelatihan ini menargetkan 2.000 peserta dengan fokus utama pada penguatan ketahanan keluarga melalui asupan sehat.

"Hari ini kita laksanakan pelatihan Biomon, minuman untuk kesehatan usus. Serang Sehat berawal dari keluarga kuat dan usus yang sehat," kata Kusna.

Terkait peluang ekonomi, pemerintah masih menempatkan pemenuhan kebutuhan keluarga sebagai tahap awal. Namun, pendampingan lanjutan disiapkan bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha.

"Untuk sementara, kita didik mereka agar bisa menyiapkan di keluarga masing-masing. Ke depan, kalau produknya sudah bagus dan kuat, baru kita berikan pelatihan pemasaran dan penyediaannya. Dinas terkait juga akan terus memantau perkembangan para peserta pasca pelatihan ini," tutupnya.

Camat Taktakan Mamat Rahmat menyambut baik program tersebut dan berharap dapat diperluas ke seluruh kelurahan. Ia menilai pelatihan ini berpotensi menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Di tengah gencarnya kampanye hidup sehat, program ini seolah mengingatkan bahwa urusan perut bukan sekadar kenyang, tapi juga soal masa depan keluarga.(Swr/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image