Baru Dibangun, Jalan Desa Pajagan–Parungpanjang Sudah Retak dan Patah; Kinerja Pengawas dan Konsultan Dipertanyakan
LEBAK,METROBANTEN.COM, Pembangunan proyek konektivitas ruas Jalan Desa Pajagan–Parungpanjang kecamatan Wanasalam kabupaten Lebak banten kini menjadi sorotan tajam dari sejumlah pihak. Pasalnya, infrastruktur jalan yang baru saja selesai dibangun tersebut terpantau sudah mengalami kerusakan serius berupa keretakan mendalam dan struktur beton yang patah di sejumlah titik 26/10/2026
Menurut papan informasi resmi yang terpasang di area pembangunan
Proyek se- nilai 4,6 miliyar lebih dengan penyedia jasa CV.SENTOSA BANTEN RAYA sesuai kontrak pada 25 Juni 2026 dan yang bertanggung jawab konsultan pengawas PT.QUANTUM ,sumber anggaran tahun 2026
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari aktivis Lebak selatan Asep otoy karena warga setempat yang telah lama mendambakan akses jalan yang layak namun dirinya menilai pekerjaan tersebut di duga gagal kontruksi
di katakan asep otoy berdasarkan pantauan di area proyek cepatnya kerusakan infrastruktur, publik ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas material yang digunakan, metode pengerjaan oleh pihak kontraktor, serta efektivitas pengawasan di lapangan..katanya
Asep otoy menilai, keretakan dan patahan pada struktur jalan beton tersebut tidak wajar terjadi pada proyek yang baru seumur jagung. Hal ini mengindikasikan adanya kelalaian dalam perencanaan teknik atau lemahnya kendali mutu (quality control) selama proses pengecoran berlangsung,,ucap asep
Atas dasar temuan tersebut pemerhati kebijakan publik mempertanyakan kinerja pengawas lapangan dan konsultan supervisi yang ditunjuk untuk mengawal proyek ini
Lebih lanjut Asep tegaskan Pengawas dan konsultan dinilai kecolongan atau diduga menutup mata terhadap ketidaksesuaian spesifikasi teknis yang terjadi selama pembangunan..tegasnya
Senada di ungkapkan Momon Supriadi dirinya mendesak Dinas terkait dan pihak berwenang untuk segera:
Melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap fisik bangunan ruas Jalan Pajagan Parungpanjang
Meminta pertanggungjawaban serta memanggil pihak kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan total bukan sekadar tambal sulam..ungkapnya
Mengevaluasi kinerja konsultan pengawas yang dinilai gagal menjalankan fungsi kontrolnya.
Hingga rilis ini diturunkan, aktivis masih menunggu iktikad baik dan transparansi dari pihak pengembang maupun instansi terkait guna memberikan klarifikasi serta solusi konkret demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan ( nce)


