Pembangunan Pamsimas Desa Kersaratu Disorot, Tiang Penyangga Diduga Tak Sesuai Spek dan Air Bor Keruh

Lebak,METROBANTEN.COM-Pembangunan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kersaratu, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Proyek yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat tersebut diduga memiliki persoalan pada konstruksi fisik serta kualitas air hasil pengeboran.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Kamis (29/10/2026), infrastruktur utama berupa tiang penyangga bak penampungan air terlihat mendapat perhatian. Kondisi konstruksi tersebut memunculkan dugaan bahwa pengerjaannya perlu diperiksa kembali untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Proyek Pamsimas tersebut diketahui memiliki anggaran sekitar Rp500 juta, ditambah kontribusi swadaya sebesar Rp43,5 juta.
Selain persoalan konstruksi, kualitas air hasil pengeboran juga menjadi perhatian. Air yang keluar dari instalasi sumur bor terlihat keruh dan dilaporkan berbau lumpur.
Seorang pekerja yang ditemui awak media di lokasi membenarkan kondisi tersebut. Namun, ia menduga kekeruhan air terjadi karena proses pengeboran baru saja selesai dilakukan.
"Iyah pak ini air pengeboran hasilnya keruh mungkin ini hanya baru selesai dibor sehingga airnya keruh," ungkapnya saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, Ajat, dari pihak pelaksana pembangunan, menjelaskan bahwa fasilitas Pamsimas tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 65 kepala keluarga (KK) yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
"Pamsimas ini pak kebutuhannya untuk disalurkan ke 65 keluarga yang berada di lingkungan dekat pembangunan," ujarnya.
Meski demikian, kualitas air yang keruh dan berbau lumpur tetap perlu mendapat perhatian serius. Kepastian kelayakan air untuk digunakan masyarakat harus didasarkan pada pemeriksaan dan pengujian kualitas air oleh pihak berwenang, bukan sekadar perkiraan bahwa kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Kersaratu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian konstruksi tiang penyangga maupun kualitas air hasil pengeboran tersebut.
Atas kondisi itu, dinas terkait dan tim pengawas Pamsimas tingkat Kabupaten Lebak diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik terhadap konstruksi bangunan maupun kualitas air yang dihasilkan.
Pelaksana proyek juga diharapkan segera melakukan evaluasi teknis terhadap tiang penyangga guna memastikan keamanan bangunan. Sementara itu, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air perlu dilakukan untuk mengetahui apakah air tersebut memenuhi standar kualitas air yang dipersyaratkan.
Sebab, program yang dibangun menggunakan anggaran ratusan juta rupiah ini bukan sekadar mengejar selesainya pekerjaan fisik. Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan fasilitas air bersih yang aman, layak, dan benar-benar bisa dimanfaatkan.(Nce/Red)