Pengajian Subuh Akbar di Masjid Baitul Amal Cilaku, KH Tubagus Agus Khoeroni Bahas Keutamaan Berinfak di Jalan Allah

SERANG,METROBANTEN.COM – Pengajian Subuh Akbar yang digelar di Masjid Baitul Amal, Komplek Korem RW 04, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Minggu (1/11/2026), berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jamaah.
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan KH Dr. Tubagus Agus Khoeroni, MM, CMA, sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Keutamaan Membelanjakan Harta di Jalan Allah”. Materi tausiyah bersumber dari Kitab Durratun Nashihin.
Pengajian dihadiri Ketua RW 04 Komplek Korem Kodam III Siliwangi, Sudirman, Purnawirawan TNI, Ketua DKM Masjid Baitul Amal Dr. H. Bahruddin, M.Pd., para ketua RT 01 hingga RT 08, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Majelis Taklim Masjid Baitul Amal.
Acara dipandu moderator Babay Afandi. Turut hadir Ustaz Muhamad Rahmat selaku kasepuhan Komplek Korem Cilaku dan Dadang, SK, selaku Kepala Keamanan dan Penerangan RW 04.
Dalam tausiyahnya, KH Tubagus Agus Khoeroni mengingatkan bahwa harta yang dimiliki manusia sejatinya merupakan titipan Allah SWT yang harus dipergunakan dengan penuh rasa syukur, termasuk dengan membelanjakannya untuk kepentingan agama dan sesama.
Ada empat poin utama yang menjadi pembahasan dalam tausiyah tersebut. Pertama, harta merupakan titipan Allah, bukan kepemilikan mutlak manusia, sehingga penggunaannya menjadi bagian dari ujian keimanan.
Kedua, setiap harta yang diinfaqkan di jalan Allah akan mendapatkan balasan berlipat ganda. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, yang mengibaratkan orang-orang yang menginfakkan hartanya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji.
Ketiga, sedekah menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar sebagai bekal kehidupan akhirat. Sementara poin keempat, umat Islam dianjurkan bersedekah dengan ikhlas, tidak mengungkit pemberian, tidak riya, serta menggunakan harta yang halal dan terbaik.
Pesan utama yang ditekankan dalam tausiyah tersebut adalah agar umat Islam tidak takut kehilangan harta karena bersedekah. Sebab, harta yang dibelanjakan di jalan Allah bukan sekadar berkurang secara materi, tetapi menjadi investasi amal yang bernilai di hadapan-Nya.
Kegiatan semakin interaktif melalui sesi tanya jawab. Tercatat sebanyak tujuh pertanyaan disampaikan jamaah kepada narasumber, yang kemudian dijawab sebagai bagian dari pendalaman materi keagamaan.
Pada kesempatan tersebut, DKM Masjid Baitul Amal juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Marmanto atas infaq serta dukungannya dalam menyukseskan pelaksanaan Pengajian Subuh Akbar.
Pihak DKM berharap dukungan dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan dapat terus tumbuh sebagai wujud kebersamaan dalam memakmurkan masjid.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Al-Mukarram Ustaz Ayatullah Umaeni. Jamaah berharap tausiyah yang telah disampaikan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian Subuh Akbar ini menjadi pengingat bahwa kemuliaan harta bukan terletak pada seberapa banyak yang dikumpulkan, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama dan seberapa ikhlas harta tersebut dibelanjakan di jalan Allah SWT.(Ida/red)

