Polresta Tangerang Cek TKP Dugaan Matel Paksa Hentikan Mobil di Cikupa

Tanggerang,-METROBANTEN.Com – Polresta Tangerang merespons cepat laporan masyarakat terkait dugaan aksi debt collector atau mata elang (matel) yang memberhentikan kendaraan roda empat secara paksa di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Peristiwa tersebut terjadi di pinggir Jalan Raya Pemda Kabupaten Tangerang, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 13.15 WIB. Aksi itu dilaporkan warga karena diduga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan menerjunkan tim gabungan ke lokasi kejadian.
“Menindaklanjuti informasi tersebut, kami langsung menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara,” kata Indra Waspada.

Berdasarkan hasil cek TKP, polisi menemukan adanya peristiwa penghentian kendaraan roda empat secara paksa. Kejadian itu juga terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Indra Waspada menjelaskan, lokasi kejadian masuk dalam wilayah hukum Polsek Cikupa. Namun, saat petugas tiba di lokasi, para pelaku yang diduga merupakan kelompok matel sudah tidak berada di tempat.
“Meski para pelaku tidak ditemukan di lokasi, kami tetap melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas para pelaku serta rangkaian kejadian,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polresta Tangerang berkomitmen merespons cepat setiap laporan masyarakat, khususnya yang berpotensi mengganggu keselamatan dan ketertiban umum.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk premanisme, termasuk penghentian kendaraan secara paksa di jalan raya yang membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian serupa. Menurutnya, partisipasi aktif warga sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan setiap bentuk gangguan kamtibmas. Polresta Tangerang akan hadir dan bertindak cepat demi memberikan rasa aman,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.(Ida/Red)