Pengamanan Aksi Mahasiswa di KP3B Banten Berlangsung Kondusif, Soroti Ketimpangan Pendidikan

SERANG,-METROBANTEN.COM– Aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar KUMALA dan HMI di kawasan KP3B Banten, Rabu (6/5/2026), berlangsung aman dan kondusif di bawah pengawalan aparat gabungan.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polresta Serang Kota bersama Direktorat Samapta Polda Banten, dipimpin langsung Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria.
Aksi berlangsung di depan gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten dengan melibatkan unsur Polda Banten, Dit Samapta, Brimobda, serta Polresta Serang Kota.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam pengamanan, di antaranya Karops Polda Banten Kombes Pol. Yofie Girianto Putro dan Direktur Samapta Polda Banten Kombes Pol. Kukuh Priyo Taruno.
Dalam aksinya, mahasiswa mengangkat isu peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menyuarakan kritik terhadap kondisi pendidikan di Banten.
Massa menyoroti ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, keterbatasan fasilitas sekolah, hingga belum meratanya kualitas tenaga pendidik.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada kondisi sekolah di wilayah pelosok, khususnya di Kabupaten Lebak, yang masih kekurangan ruang kelas layak serta akses teknologi.
Mahasiswa juga mengungkap dugaan manipulasi data dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada sejumlah PKBM di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak.
Dugaan tersebut berkaitan dengan pencantuman data peserta didik dan sarana prasarana yang tidak sesuai kondisi riil untuk memperoleh dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Dalam tuntutannya, massa mendesak evaluasi menyeluruh tata kelola pendidikan serta meminta pencopotan sejumlah pejabat dinas pendidikan di tingkat daerah hingga provinsi.
Kapolresta Serang Kota Yudha Satria mengingatkan seluruh pihak agar menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
“Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sikap mahasiswa yang dinilai tertib selama aksi berlangsung.
Aksi pun berakhir tanpa insiden, dengan situasi di sekitar KP3B tetap terkendali—sebuah potret demonstrasi yang lantang, namun tetap dalam batas yang bisa diajak berdialog.(Dim/red)
